Selasa, 22 Oktober 2013

Jangan Mau Jadi “Islam e-KTP”


Biismillah..


Muslim ka te pe atau islam ka te pe, istilah yg lucu, menyedihkan, merendahkan, menghina, dan sejenisnya. Istilah itu mungkin bahkan pasti merupakan istilah yg tak asing lagi bagi kita bahkan hampir setiap hari kita mendengar atau mengucapkannya. 

muslim kok isbal? muslim kok pakaiannya ketat? muslim kok pakaiannya transparan? muslim kok ga jenggotan? muslim kok pacaran? muslim kok...? muslim kok...? mungkin ini pertanyaan yg sering kali kita dengar.

Perlu digaris atas bahwa muslim dan islam itu berbeda, muslim itu orang yang beragama islam, dan islam itu satu2nya agama yg diridhai Allah ‘azza wajal. So? Jangan heran ketika muslim itu salah, dan jangan sekali-kali kita menyalahkan islam, tapi yg salah adalah muslim itu sendiri.

Islam KTP bukan istilah yg mengada-ada dan juga bukan isapan jempol belaka. Islam ini banyak beredar dikalangan kita kaum muslimin, terkhusus di Indonesia yg memang istilah KTP itu hanya terdapat di Indonesia.

Sedikit menggelitik pikiran saya bahwa istilah islam KTP akan hilang dan menjadi Islam e-KTP karena perkembangan zaman yg sudah kelewat cuanggih. Kita sebagai muslim tentunya enggan bahkan marah atau mungkin ada yg biasa saja ketika kita dijuluki dengan istilah demikian.

Seharusnya kita malu dan segera berbenah diri dari hal yg demikian. Jangan sampai kita mengikuti perkembangan zaman yg tadinya masih islam KTP eh.. giliran zamannya serba elektronik kita masih dikatain islam e-KTP. Apa kata dunia?? Ibarat orang patah hati, Harusnya kita bisa move on donk?! #eaaa

Okelah (meskipun g oke) kita dulu masih islam KTP tapi jangan sampai kita jadi Islam e-KTP. Lah, bagaimana caranya? Tentunya dengan ilmu agama sesuai dengan pemahaman salafussholeh {orang-orang terdahulu – sahabattabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in)} kenapa harus mereka? bahkan harus pake BANGETT! karena merekalah yg disebutkan dalam Al Quran sebagai generasi terbaik umat yg mana  mereka telah digelari "Radhiallahu'anhum wa Radhiallahu'anhu" Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya.

Darimana kita belajar? Disini susah cari ustadz apalagi syeikh atau alasan semisal, mungkin kalo ini diucapkan pada tahun 80an masih pantas, come on guys, zaman sekarang itu udah kelewat canggih, kita punya yufid.com; yufid.tv; radiorodja.com; radiomuslim.com; muslim.or.id; muslimah.or.id; dan situs-situs bermanfaat lainnya.

Namun, jangan bergantung penuh terhadap situs-situs tersebut, tetep yg lebih utama itu adalah menghadiri majlis ilmu itu secara langsung karena keutamaan-keutamaan menghadiri majlis ilmu secara langsung itu sangat banyak dan merupakan yang paling utama. dan salah satu dari keutamaan menghadiri majlis ilmu adalah kita dinaungi oleh sayap malaikat, dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya..

Apa saja? ayo kita mulai praktekkan mencari ilmu disitus yg telah ana posting di atas atau langsung menghadiri majlis ilmu yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah..

QUOTE : jangan pernah percaya kebenaran agama islam pada orang yang berbicara tentang agama hanya menurut pendapat pribadi atau hawa nafsu atau bahkan logika karena agama ini adalah agama dengan dalil yg shohih, jelas, terpercaya!

wallahua'lam..



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar