Senin, 28 Oktober 2013

Refleksi Diri




jika hatimu masih terpatri dgn dunia,
hendak dikemanakan duniamu itu?
mungkin kita berfikir terlalu lama,
nyatanya kita bak debu disapu angin

jika anganmu hanya didepan matamu
hendak dikemanakan pandanganmu?
Mungkin kau kira hanya berlalu
Nyatanya kau dibuai dan tertipu

Sulit memang melihat yang nyata di depan mata
Memang sulit mempercayai mereka yang masih di bui
Masih adakah iman dihati ini?
Masih ragukah kita dengan janji ilahi?

Hal yang nampak didepan mata kita adalah dunia yang semenjak kita buka mata sampai menutupnya kita masih saja bergeliamang dengan kesibukan dunia hanya untuk mendapatkan materi. Bahkan terkadang kita enggan menutup mata demi berlipatnya materi yang ingin kita capai.

Mempercayai mereka yang masih di bui adalah janji-janji ilahi yang mungkin sebagian dari kita masih meragukan kebenarannya, karna janji itu masih nanti dan nanti. Lain halnya dengan janji yang dijanjikan seorang bos dengan bawahannya yang jelas-jelas didepan mata. Kita semua akan patuh dengan atasan karna bonus menanti kita.
Lalu bagaimana dengan “bonus” Allah yang dijanjikan kepada hamba Nya yang beriman dan bertakwa? Apakah kita sudah merengek-rengek sebagaimana kita meminta kepada bos kita?

“Aku ingin masuk surga”, namun kau tempuh jalan menuju neraka
“Aku ingin dosaku diampuni”, namun kau masih gemar melakukannya
“Aku ingin menjadi orang baik”, namun kau masih berteman dengan mereka

Selasa, 22 Oktober 2013

Jangan Mau Jadi “Islam e-KTP”


Biismillah..


Muslim ka te pe atau islam ka te pe, istilah yg lucu, menyedihkan, merendahkan, menghina, dan sejenisnya. Istilah itu mungkin bahkan pasti merupakan istilah yg tak asing lagi bagi kita bahkan hampir setiap hari kita mendengar atau mengucapkannya. 

muslim kok isbal? muslim kok pakaiannya ketat? muslim kok pakaiannya transparan? muslim kok ga jenggotan? muslim kok pacaran? muslim kok...? muslim kok...? mungkin ini pertanyaan yg sering kali kita dengar.

Perlu digaris atas bahwa muslim dan islam itu berbeda, muslim itu orang yang beragama islam, dan islam itu satu2nya agama yg diridhai Allah ‘azza wajal. So? Jangan heran ketika muslim itu salah, dan jangan sekali-kali kita menyalahkan islam, tapi yg salah adalah muslim itu sendiri.

Islam KTP bukan istilah yg mengada-ada dan juga bukan isapan jempol belaka. Islam ini banyak beredar dikalangan kita kaum muslimin, terkhusus di Indonesia yg memang istilah KTP itu hanya terdapat di Indonesia.

Sedikit menggelitik pikiran saya bahwa istilah islam KTP akan hilang dan menjadi Islam e-KTP karena perkembangan zaman yg sudah kelewat cuanggih. Kita sebagai muslim tentunya enggan bahkan marah atau mungkin ada yg biasa saja ketika kita dijuluki dengan istilah demikian.

Seharusnya kita malu dan segera berbenah diri dari hal yg demikian. Jangan sampai kita mengikuti perkembangan zaman yg tadinya masih islam KTP eh.. giliran zamannya serba elektronik kita masih dikatain islam e-KTP. Apa kata dunia?? Ibarat orang patah hati, Harusnya kita bisa move on donk?! #eaaa

Okelah (meskipun g oke) kita dulu masih islam KTP tapi jangan sampai kita jadi Islam e-KTP. Lah, bagaimana caranya? Tentunya dengan ilmu agama sesuai dengan pemahaman salafussholeh {orang-orang terdahulu – sahabattabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in)} kenapa harus mereka? bahkan harus pake BANGETT! karena merekalah yg disebutkan dalam Al Quran sebagai generasi terbaik umat yg mana  mereka telah digelari "Radhiallahu'anhum wa Radhiallahu'anhu" Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya.

Darimana kita belajar? Disini susah cari ustadz apalagi syeikh atau alasan semisal, mungkin kalo ini diucapkan pada tahun 80an masih pantas, come on guys, zaman sekarang itu udah kelewat canggih, kita punya yufid.com; yufid.tv; radiorodja.com; radiomuslim.com; muslim.or.id; muslimah.or.id; dan situs-situs bermanfaat lainnya.

Namun, jangan bergantung penuh terhadap situs-situs tersebut, tetep yg lebih utama itu adalah menghadiri majlis ilmu itu secara langsung karena keutamaan-keutamaan menghadiri majlis ilmu secara langsung itu sangat banyak dan merupakan yang paling utama. dan salah satu dari keutamaan menghadiri majlis ilmu adalah kita dinaungi oleh sayap malaikat, dan masih banyak keutamaan-keutamaan lainnya..

Apa saja? ayo kita mulai praktekkan mencari ilmu disitus yg telah ana posting di atas atau langsung menghadiri majlis ilmu yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah..

QUOTE : jangan pernah percaya kebenaran agama islam pada orang yang berbicara tentang agama hanya menurut pendapat pribadi atau hawa nafsu atau bahkan logika karena agama ini adalah agama dengan dalil yg shohih, jelas, terpercaya!

wallahua'lam..



 

Sabtu, 19 Oktober 2013

Bangkai Bernyawa



Bismillah..

Teringat pada percakapan seorang teman-rahimahullah- yang berkata *dengan gaya khasnya*
“mon oreng soghi mateh pagghun e bhundu’ labun pote keyah, tak kerah deri emas” 
yang artinya kurang lebih
“kalau orang kaya mati akhirnya juga dibungkus dengan kain kafan putih, bukan dengan emas”

Ucapan itu terdengar seperti guyonan, namun ternyata tidak jauh dari percakapan itu dia menghembuskan nafas terakhirnya.Tersentak,, ketika mendapat kabar dini hari tentang kepergiannya. Awalnya kami kira mereka sedang jahil, namun setelah berita itu santer terdengar barulah kami percaya.Sebenarnya bukan itu yg hendak kami bahas dalam tulisan singkat ini, namun itulah yg menginspirasi untuk menulis tentang ini.

Bangkai bernyawa,,??

Yaa.. kita ibarat bangkai bernyawa, ketika hilang sang nyawa maka tinggallah sang bangkai, lantas kemana bangkai yang sebagian besar dari kita membanggakannya? Bukankah bangkai itu tak lain hanyalah jasad yang tak ada guna ketika tak ada ruh di dalamnya? Jasad hanyalah wadah dimana ruh lah yang akan menjadi aktor utama dalam memainkan kehidupan ini.

Usia muda tidak menjamin hidup kita masih lama, usia muda juga tidak menjamin malaikat maut jauh dari kita.

Sudah ada banyak pemuda terdekat yang kami kenal meninggalkan perhiasan dunia -yang menipu- untuk selamanya. Ya, umur mereka hanya berkisar 18-23 tahun.  Malaikat maut tidak pernah menyalahi takdir, siapa yang tau kapan kita akan mati? Yang mengaku paranormal pun tidak pernah akan tau kapan dirinya mati. Ungkapan paranormal pun seharusnya adalah para tidak normal, karena paranormal sesungguhnya itu adalah kita manusia normal.

Kalau saja kita tau kapan kita mati, mungkin kita akan mempersiapkannya jauh-jauh hari, dengan menghindari syirik, maksiat, dan dosa-dosa besar bahkan yang paling kecil pun mungkin kita akan takut untuk melakukannya. Kalau saja kita sanggup melakukan nego dengan malaikat maut mungkin kita meminta agar menunda dulu kematian kita sebelum kita bertobat kepada Sang Pencipta.

Ya Itulah kita, manusia yang diperintah agar beribadah hanya kepada Nya, karena kita tidak tau kapan takdir kematian itu menghampiri kita, mungkin besok, nanti, dua jam setelah ini, atau satu jam, atau bahkan setelah membaca tulisan ini? Kita manusia hanya bisa berdoa agar kematian kita khusnul khotimah.



Akhirnya, kami tutup tulisan ini dengan Alhamdulillah dan do’a agar diberikan ketetapan hati dan khusnul khotimah (Akhir kehidupan yg baik) Aamiin..





اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
"Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami pada ketaatan kepada-Mu (HR. Muslim no. 2654 dari Abdullah bin 'Amr al Ash)
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنكَ
"Ya Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu." (HR. Ahmad VI/302, Hakim I/525, Tirmidzi no. 3522. Shahih, lihat Shahih at-Tirmidzi III/171 no. 2792.)



Pamekasan, home sweet home;  February, 6th 2013 ; 11:50 PM