bismillah
Kebanyakan manusia lebih memperhatikan bakat
atau potensi yang dimiliki seseorang dan meremehkan bahkan mencaci kelemahan
yang dimiliki. Karena bakat adalah sesuatu yang harus dikembangkan dan
kelemahan adalah sesuatu yang harus dirubah atau dibuang dalam waktu yang singkat.
Kita sebagai manusia tentunya tidak ada yang
sempurna kita PASTI memiliki banyak kekurangan karena yang sempurna adalah Sang
Maha Sempurna, Maha Segalanya, yaitu Allah ‘azza wa jalla pencipta kita. Kita
dilahirkan dengan berbagai kekurangan agar kita sadar bahwa manusia tidak
berdaya, manusia hanyalah mahluk hidup yang berakal namun tidak bisa berbuat
apa-apa kecuali dengan kehendakNya.
Kita tak perlu menyesali apa yang ada pada
diri kita, karena tentu Dia lebih mengetahui tentang apa yang diperlukan
hambaNya (lihat Qur’an 2:216). Janganlah berputus asa, karena itupun tidak ada
gunanya bahkan itu akan mendapatkan laknat dari Allah (lihat Qur’an 60:13).
Lantas kenapa persaingan dunia seolah menutup
mata terhadap kekurangan kita? Bahkan mereka mencaci dengan tak henti-hentinya.
Kamu goblok lah, kamu cacat lah, kamu idiot lah, dan masih banyak lagi celaan-celaan yang semisal.
Tentu berbagai kekurangan yang ada pada diri kita tidaklah kita kehendaki,
seandainya manusia itu bisa memilih komponen pada saat penciptaannya maka tentu
setiap insan tidak mau dipasangkan dengan komponen-komponen yang “ tak layak”. Namun kenyataannya kita selalu saja dipasangkan dengan
komponen-komponen tersebut. Mengapa?? Supaya kita tau bahwa kita tidak bisa
melakukan semuanya dengan sendiri kita butuh orang lain untuk menutupi
kekurangan kita begitupun sebaliknya, kelebihan kita dibutuhkan untuk menutupi
kekurangan orang lain. So, janganlah mencoba lari dari kenyataan cobalah hadapi
semua rintangan.
Kita tau bahwa takdir sudah ditentukan, namun kita
sendiri yang akan memilih takdir
tersebut, mau takdir buruk? Atau takdir yang baik? Semua tergantung usaha
masing-masing.
Dan satu hal yang
perlu kita fahami bahwa yang bernilai dimata Allah adalah hambanya yang paling
bertakwa, bukan hambanya yang sempurna fisiknya bukan pula hartanya..
Wallahua’lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar