Minggu, 03 November 2013

Jangan Meremehkan Kekurangan


bismillah

Kebanyakan manusia lebih memperhatikan bakat atau potensi yang dimiliki seseorang dan meremehkan bahkan mencaci kelemahan yang dimiliki. Karena bakat adalah sesuatu yang harus dikembangkan dan kelemahan adalah sesuatu yang harus dirubah atau dibuang dalam waktu yang singkat.

Kita sebagai manusia tentunya tidak ada yang sempurna kita PASTI memiliki banyak kekurangan karena yang sempurna adalah Sang Maha Sempurna, Maha Segalanya, yaitu Allah ‘azza wa jalla pencipta kita. Kita dilahirkan dengan berbagai kekurangan agar kita sadar bahwa manusia tidak berdaya, manusia hanyalah mahluk hidup yang berakal namun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali dengan kehendakNya.

Kita tak perlu menyesali apa yang ada pada diri kita, karena tentu Dia lebih mengetahui tentang apa yang diperlukan hambaNya (lihat Qur’an 2:216). Janganlah berputus asa, karena itupun tidak ada gunanya bahkan itu akan mendapatkan laknat dari Allah (lihat Qur’an 60:13).

Lantas kenapa persaingan dunia seolah menutup mata terhadap kekurangan kita? Bahkan mereka mencaci dengan tak henti-hentinya. Kamu goblok lah, kamu cacat lah, kamu idiot lah, dan masih banyak lagi celaan-celaan yang semisal. Tentu berbagai kekurangan yang ada pada diri kita tidaklah kita kehendaki, seandainya manusia itu bisa memilih komponen pada saat penciptaannya maka tentu setiap insan tidak mau dipasangkan dengan komponen-komponen yang  tak layak. Namun kenyataannya kita selalu saja dipasangkan dengan komponen-komponen tersebut. Mengapa?? Supaya kita tau bahwa kita tidak bisa melakukan semuanya dengan sendiri kita butuh orang lain untuk menutupi kekurangan kita begitupun sebaliknya, kelebihan kita dibutuhkan untuk menutupi kekurangan orang lain. So, janganlah mencoba lari dari kenyataan cobalah hadapi semua rintangan. 

Kita tau bahwa takdir sudah ditentukan, namun kita sendiri  yang akan memilih takdir tersebut, mau takdir buruk? Atau takdir yang baik? Semua tergantung usaha masing-masing.

Dan satu hal yang perlu kita fahami bahwa yang bernilai dimata Allah adalah hambanya yang paling bertakwa, bukan hambanya yang sempurna fisiknya bukan pula hartanya..

Wallahua’lam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar